Sustaibable Tea (Februari - Maret 2010) [Fact Sheet]
Penulis: Tim Redaksi Newsletter
Cetakan: Pertama
Penerbit: The Business Watch Indonesia and National Reference Group on Tea
Tebal: 8 Halaman
Deskripsi:
Tidak semua perusahaan teh swasta yang berorientasi ekspor mengetahui tentang inisiatif-insiatif CSR. Sebagian besar ekportir teh di Indonesia hanya memperhatikan masalah kualitas dan harga teh. Hal ini terjadi karena ada beberapa buyer tidak memberikan persyaratan khusus mengenai CSR atau standar-standar sosial/lingkungan lainnya yang melekat pada produk yang mereka pesan, padahal perkembangan tren kedepan konsumen (buyer) akan lebih kritis untuk isu-isu tersebut.
Istilah Corporate Social Responsibility (CSR) sudah mulai familiar oleh para pelaku bisnis di sektor teh Indonesia. Beberapa dari mereka lebih mengenal insiatif-insiatif CSR seperti Sertifikasi/standar, pendampingan/kemitraan dengan petani dan pemeliharaan lingkungan yang baik. Namun demikian, mekanisme-mekanisme ini baru dikenal oleh kalangan tertentu saja seperti dewan, asosiasi, lembaga, organisasi dan perusahaan-perusahaan tertentu yang memiliki hubungan dagang dengan pasar luar negeri dan biasanya mengharuskan untuk memproduksi barang secara etis baik sosial maupun lingkungan (dengan kata lain ada tekanan dari buyer).
Pemahaman mengenai tanggung jawab sosial perusahaan di sektor teh Indonesia baru sampai tahap wacana. Sebagian besar dari para pelaku bisnis teh di Indonesia menterjemahkan tanggung jawab tersebut ke dalam bentuk kegiatan karitatif, bersifat isidentil dan tanpa program khusus dan terarah, misalnya membuat bak penampungan air bagi masyarakat sekitar, kegiatan sosial donor darah, membiayai karyawan naik haji, membiayai pendirian koperasi dll. Fokus kegiatan tersebut hanya pada stakeholder yang terlibat secara langsung pada proses produksi perusahaan seperti tenaga kerja, masyarakat dan lingkungan di sekitar perusahaan.
|
 |
|