JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai penurunan hampir seluruh produk perikanan asal Indonesia yang memasuki pasar China menjadi 0%, akan memperlancar arus barang produk perikanan asal Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menyatakan penurunan tarif bea masuk produk Indonesia ke China cukup signifikan. ”Yang biasanya mencapai 17,5%, saat ini hampir seluruhnya mencapai 0%,” ujarnya di Jakarta kemarin.
Menurut dia, sejumlah perikanan yang masuk dalam kategori direduksi tarif bea masuknya a.l. ikan hidup, ikan beku, dingin dan beku atau produk dengan kode HS-03. Kategori sejumlah produk tersebut biasa dikenal sebagai produk yang diperjanjikan melalui skema Early Harvest Programme (EHP).
Menteri menyatakan untuk mengurangi dampak negatif dari pelaksanaan Asean China Free Trade Area untuk produk perikanan maka dibutuhkan peningkatan pengawasan dan pengendalian impor melalui penyusunan peraturan menteri mengenai pengendalian sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan.